Delicate, Delightful, Delicious
~A Blog

Sunday, June 04, 2006

Kisah 2 Orang Jenius


Ini kisah perbandingan 2 orang yang berkontribusi buat manusia. Thomas Edison (1847-1931) dan Nikola Tesla (1856-1943). Keduanya hidup di zaman yang sama.

Tentunya sudah nggak ada yang nggak kenal Edison dengan berbagai macam paten dan ciptaannya, terutama bohlam. Bahkan menurut Wikipedia, dia punya 1093 paten atas namanya.

Sedangkan Tesla juga bukan orang sembarangan. Walaupun lahir 9 tahun lebih muda dibandingkan Edison, pengaruh karena penemuannya luar biasa. Kelahiran Serbia ini bahkan namanya diabadikan jadi satuan untuk medan magnet. Untuk yang mengerti tentang listrik dan teknik elektro, tentunya nggak asing dengan arus bolak-balik (AC). Dia yang pertama kali mengembangkan ide itu. Sedangkan untuk power engineering, kontribusinya ada dalam polyphase transmission system. Kontribusinya bukan cuma di situ. Tapi juga di bidang robotics, nuclear physics, theoretical physics, juga di computer science. Menurut Wikipedia pula, dia dianggap sebagai America’s greatest electrical engineer.

Lalu, siapa yang lebih jenius? Edison atau Tesla?

Mari kita bandingkan sedikit lebih jauh. Edison nggak lulus SD, sedangkan Tesla lulusan pasca sarjana di bidang physics dari University of Prague. Dia juga mendapatkan honorary doctoral degrees dari setidaknya 13 universitas berbeda. Salah satunya Yale University.

Dikisahkan, dalam menemukan komponen yang tepat buat filamen bohlamnya, Edison sampai mencoba 60.000 kali percobaan dengan material-material yang berbeda. Bahkan ada kisah bahwa suatu kali saking stresnya, dia mencoba melinting daun dan ditaburi serbuk grafit yang bersifat konduktor. Apa yang terjadi? Yang terjadi malah ledakan yang menghancurkan labnya. Jadi, bisa dikatakan kalau sebenarnya Edison menggunakan brute force dalam percobaannya. Kalau saja dia dulu mengerti tentang ilmu material, mungkin jumlah percobaan gagalnya bisa dikurangi sampai ratusan kali lebih sedikit. Sedangkan Tesla dikisahkan hanya butuh sekali percobaan sampai dia bisa mendapatkan temuannya berupa arus bolak-balik (AC).

Lalu, di discovery channel juga pernah diceritakan tentang kejeniusan Tesla. Dia rupanya dulu pernah menemukan sebuah cara untuk mentransmisikan listrik tanpa kabel. Tapi dia khawatir bahwa temuannya itu bisa disalahgunakan untuk kepentingan perang. Makanya dia membakar semua temuan beserta berkas-berkasnya saat itu. Bayangkan saja kalau seandainya temuannya dia itu dulu dipublikasikan. Bisa jadi kita sekarang melihat perkembangan dan revolusi luar biasa di dunia electrical engineering. Dia juga konon menemukan cara untuk membunuh orang dengan suara. Tapi penemuan itu juga dimusnahkan dengan alasan yang sama.

Jadi, siapa yang lebih jenius?

Nanti dulu. Ada fakta yang menarik bahwa saat itu Tesla bekerja di perusahaan milik Edison, Edison Machine Works. Tesla hanya digaji $10 per minggu. Sedangkan setiap ada paten, uang yang selalu mampir ke kantong Edison ada di kisaran $30,000.

Fakta menarik lainnya adalah legenda “war of currents” yang terjadi saat itu yang mengacu pada 2 konsep transmisi listrik, AC dan DC. Yang AC diusung oleh Tesla, sedangkan DC oleh Edison. Mereka berbeda pendapat soal mana yang lebih efisien dalam power transmission. Di kemudian hari, ternyata memang terbukti AC jauh lebih bisa melakukannya dengan efisien. Apalagi kalau menggunakan teknik 3-phase yang juga dikembangkan oleh Tesla. Tapi saat itu, Edison berhasil melakukan propaganda ke masyarakat dengan menyebarkan bukti bahwa AC bahaya dan mematikan. Memang untuk sesaat DC menjadi favorit saat itu, tetapi sejarah membuktikan bahwa akhirnya AC yang menjadi standar internasional untuk power transmission. Konon gara-gara perseteruan itulah Tesla didepak dari perusahaan Edison. Sekitar tahun 1916, Tesla bangkrut karena tumpukan pajaknya. Ia meninggal pada 1946 dalam kemiskinan dan dengan utangnya yang menggunung. Sedangkan Edison saat hidupnya bisa membeli rumah di atas area 5,5 hektar di New Jersey hanya sekedar untuk hadiah pernikahan dengan istri keduanya.

Jadi, siapa yang lebih jenius?


7 April 2006

dari berbagai sumber

Labels:

4 Comments:

  • Kalau saya boleh memilih, saya lebih memilih Tesla sebagai si 'jenius'. Ah, namun saya tidak ingin hidup menderita seperti dia.^^ Bagaimana dengan anda ?

    By Blogger PHY, at 7:09 PM, September 30, 2007  

  • Menurut saya, yg genius Tesla.

    Kepintaran itu tidak bisa dinilai dengan uang dan ukuran kesuksesan.
    Tapi dengan karyanya. Berapa besar karya berguna bagi banyak org dan termasuk dirinya. Itulah org sukses.

    Krn setiap org jalan hidup selalu berbeda..sukses tdk selalu bisa di nilai dg kasat mata.

    By Anonymous Anonymous, at 6:00 PM, March 03, 2008  

  • esla was promised 50,000 dollars for work to improve Edison's inefficient dynamo. Tesla did improve the dynamos after nearly a year's worth of work, but Edison did not pay him the promised money. Edison went as far as trying to say he was joking, saying “Tesla, you don't understand our American humor”. For more on this see, "Tesla: Man Out of Time" By Margaret Cheney (Simon and Schuster, 2001. ISBN 0743215362), pages 56-57.

    By Anonymous Anonymous, at 11:26 PM, July 15, 2008  

  • ^ Terima kasih untuk infonya. Tulisan ini emang saya akui sangat lemah sumber faktanya. Memang akan sangat bagus kalo ada referensi2 dari buku2 terpercaya.

    By Blogger Radon Dhelika, at 7:09 PM, July 17, 2008  

Post a Comment

<< Home