Delicate, Delightful, Delicious
~A Blog

Saturday, February 10, 2007

The World is Blogging; Are You Not?

Di sepanjang tahun 2006, kita menyaksikan blog-blog politisi bermunculan. Walaupun belum banyak, tapi sudah cukup aneh dan mengherankan rasanya melihat seorang Juwono Sudarsono ngeblog layaknya orang-orang kebanyakan. Juga seorang Yusuf Asy’ari menulis pengalaman-pengalaman perjalanannya yang secara bebas bisa diakses dan dibaca oleh orang banyak.

Sebuah terobosan yang unik tentunya di zaman seperti ini. Dengan ciri khas blog yang menyediakan fasilitas komentar, kesan yang langsung bisa ditangkap oleh orang awam seperti saya adalah tentang sebuah usaha mempersempit jarak antara rakyat—apa pun itu artinya—dengan pemimpin-pemimpinnya.

Juwono Sudasono tampaknya berhasil di situ. Memang tulisan-tulisan utama di blog itu adalah opini pribadi Juwono terhadap topik tertentu yang biasanya adalah isu-isu hangat nasional maupun internasional. Tapi dia pun menyertakan beberapa tulisannya yang bersifat pribadi, dengan menceritakan tentang kelahiran cucu pertamanya, misalnya. Tulisan pertamanya ini mendapat respon yang luar biasa. Terakhir saya cek, ada 45 komentar yang sebagian besar mengucapkan selamat. Anda bisa bayangkan, sebelum ada blog seperti ini, kemungkinan buat orang biasa seperti saya dan Anda untuk sekedar berkomunikasi kepada beliau hampir mendekati nol. Lewat SMS? Titip salam lewat satpam di depan rumahnya? Telepon langsung? Yang mana pun terdengar mustahil bagi saya. Tapi kini, tinggal beberapa klik di mouse kita dan mengetik beberapa baris kalimat, selesai. Dan kita bisa berharap bahwa pesan kita dibaca oleh beliau.

Dalam blog Yusuf Asy’ari pun demikian. Walau pun didahului oleh Juwono Sudarsono, tapi dari blognya, minimal orang banyak jadi tahu tentang kegiatan-kegiatan dan rencana-rencana beliau di bidang pembangunan perumahan, seperti yang dituturkan di artikel “Pembangunan Rusunawa di IPB”, misalnya. Tulisan itu sendiri langsung dikomentari oleh mahasiswa IPB dan beberapa orang Bogor yang merasa berkepentingan.

Mungkin begitu terkesimanya Fatih Syuhud mendapati 2 menteri kita membuat blog sehingga baik Juwono Sudarsono maupun Yusuf Asy’ari dianugerahi gelar Blogger of the Week olehnya.

Selain mereka berdua, ada beberapa lagi politisi-politisi Indonesia yang membuat website pribadi. Sebut saja Sutiyoso, Hidayat Nur Wahid, SBY, Zulkieflimansyah, Faisal Basri, Sarwono Kusumaatmadja, dan mungkin masih ada lagi yang kelewatan. Tapi saya lebih suka menyebut website-website mereka sebagai website pribadi; bukan sebuah blog. Kebanyakan hanya kumpulan berita tentang aktivitas mereka ditambah beberapa galeri. Kemunculannya pun bisa jadi dipicu oleh beberapa momen seperti Pilkada Jakarta yang sudah sebentar lagi. Hal ini terutama mengacu pada 2 nama terakhir.

Jelas, fenomena seperti ini bukan hanya di Indonesia. Politisi-politisi negara lain pun nggak sedikit yang memulai ngeblog. Lionel Jospin, yang 2 kali dicalonkan sebagai Presiden Perancis; Mahmoud Ahmadinejad, Presiden Iran; Ségolène Royal, calon kuat Presiden Perancis; Ferenc Gurcsany, Perdana Menteri Hungaria; adalah yang termasuk dalam daftar panjang politisi yang ngeblog.

Selain politisi, mungkin wartawan lah yang juga sekarang banyak meramaikan blogosphere. Sebut saja Ong Hock Chuan, sang mantan jurnalis. Ada lagi Ahiruddin Bin Attan yang sempat membuat ramai Malaysia tempo hari. Bahkan Tempo Interaktif juga mempercayakan inovasi terbaru mereka dalam portal berita melalui sebuah blog. “Sementara situs web tradisional lebih merupakan ‘pusat arsip digital’, situs blog lebih merupakan arena ‘percakapan’,” tulis S. Malela Mahargasarie, Pemred Koran Tempo dalam posting pertamanya di blog Tempo Interaktif.

Artis, sebaliknya, walaupun bisa menjadi media promosi yang sangat mumpuni bagi mereka, tapi belum banyak yang mempunyai blog, khususnya di Indonesia. Padahal di China, menurut paparan teman saya, blog yang paling terkenal dan banyak dikunjungi orang adalah blog milik artis. Rata-rata komentar di setiap postingnya mencapai ribuan.

Sebuah pertanyaan besar yang mungkin melintas di benak kita: ada apa dengan blog sampai figur publik, utamanya politisi tertarik menyentuh dunia yang sama sekali baru bagi mereka? Tentunya ada sesuatu yang menarik di blog sampai mereka rela menginvestasikan waktu, pikiran, tenaga, uang untuk mengembangkan blog mereka.

Walaupun bukan yang terbaru, Dave Sifry, pendiri dan CEO Technorati, dalam blognya memaparkan banyak statistik tentang blogosphere. Per 31 Juli 2006, jumlah blog yang ada mencapai angka 50 juta. Dan di periode sekitar itu, setiap harinya ada 175 ribu blog baru yang lahir—berarti 2 blog setiap detik.

Kita melihat masa depan blog yang masih bisa menjadi 2 sisi mata pedang. Di satu sisi, infomasi akan cenderung menjadi milik publik, nggak dikuasai secara menyeluruh oleh media massa arus utama (mainstream), tapi sisi lainnya memberikan pertanyaan dan tantangan baru buat kita: sejauh mana kredibilitas informasi yang tersebar di blogosphere bisa dipertanggungjawabkan?

Tetapi saya lebih melihat blog dari sisi yang pertama—sisi positif yang membuat dunia menjadi lebih rata, meminjam istilah Thomas Friedman dalam bukunya The World is Flat. Persaingan dunia jurnalistik yang sudah diisi pemain-pemain lama nan mapan seperti Kompas, Republika, detikcom, dan lainnya akan dibuat rata kembali.

Sekarang sudah ada blogger-blogger seperti Priyadi, Nofie Iman, atau Yosef Ardi yang secara rutin membahas isu-isu kontemporer dalam kacamata lain—beda dengan media massa arus utama. Priyadi dalam blognya seringkali memaparkan penipuan-penipuan yang terjadi di sekitar kita, terutama tentang hoax atau kabar bohong, dan secara komprehensif mengupasnya tuntas—hal yang tentunya jarang bisa kita jumpai di Kompas. Sebut saja tentang email kode produk babi yang sangat meyakinkan, atau tentang air heksagonal yang mendadak jadi obrolan ibu-ibu di Indonesia. Lita Mariana lain lagi. Lewat blognya, BananaTalk, Lita lebih fokus membahas tentang dunia kesehatan, ibu, dan anak. Pernah ada keluhan tentang bonus biji jarak dari Bobo yang dimuat di salah satu surat pembaca di koran. Tapi isu dan tulisannya justru menyebar cepat lewat blog dan milis, juga jadi topik bahasan yang menarik di BananaTalk.

Saya menyebutnya media alternatif. Ya, blog adalah media alternatif. Tapi nggak lama lagi mungkin sudah menjadi media pelengkap, bukan lagi sebagai substitusi dari media massa mainstream. Karena kecenderungan ke arah itu sudah tampak. Banyak berita yang kini “terpaksa” dimunculkan di surat kabar karena sudah sangat meledak dan menjadi bahasan yang hangat di blogosphere.

Jadi, pertanyaan saya buat Anda adalah: are you not blogging?

Singapore,
Sabtu, 10 Februari 2007


Bahan bacaan:
Tulisan Ong Hock Chuan di The Jakarta Post: blog level field for corporations and governments
Dari Blog Tempo Interaktif: Mengapa Tempo Ngeblog?

Labels: ,

19 Comments:

  • I'm blogging :)

    numpang iklan ya mas... matur nuwun sangat.

    By Anonymous dindapresanti, at 7:28 PM, February 10, 2007  

  • This comment has been removed by the author.

    By Blogger gita, at 11:57 PM, February 10, 2007  

  • @gita, kepuasan IA tuh itu Git

    By Blogger Septian, at 1:57 PM, February 11, 2007  

  • Wow. Tersanjung saya disebut-sebut di sini.
    Let's blog. Shall we? :)

    By Anonymous Lita, at 11:35 PM, February 11, 2007  

  • dindapresanti>>
    Monggo, Mbak. Tapi kok rasanya lucu ya, ada orang iklan di sini :)

    gita>>
    Emangnya penting ya?

    septian>>
    Sembarangan.. :)

    lita>>
    Kalo kata teman saya, "the world is talking; are we not listening?" Ya, let's blog, then.

    By Blogger Radon Dhelika, at 10:20 AM, February 12, 2007  

  • Sempet berhenti nge-blog, sekarang balik lagi, partly emang karena termotivasi sama perkembangan dunia yang udah nggak bisa dipisahin dari blog.

    Salam jumpa di dunia maya, Don, dan selamat nge-blog :)

    By Blogger Cay, at 3:39 PM, February 12, 2007  

  • sekarang udah demen ngeblog soalnya dah jadi habit, dan postingan udah lumayan, jadinya ya moga-moga bisa lanjut. amin.

    By Blogger ben[aga], at 4:53 PM, February 12, 2007  

  • responnya serem amat ;(

    By Blogger dina.., at 9:14 PM, February 12, 2007  

  • Cay>>
    Kebetulan yang menyeramkan :) Baru semalem lo aku nemu blog "Fresh From Cay". Dan sekarang Acay-nya sendiri yang berkunjung ke sini.
    Btw, banner kita kok sama2 buah ya?
    Selamet ngeblog juga :)

    benaga>>
    Udah jadi habit ya? Keren. Mungkin nanti akan ada buku "The 9th Habit: Blogging" by Benaga.

    dina>>
    Oh ya? Bagian mananya? Wah, emang bahasa tulisan kadang2 nggak selugas lisan. Ya, maaf deh; nggak ada maksud gitu lo.
    Hmm, jangan2 Gita ya? Padahal itu kan rahasia dapur :) Ok, sebenernya topik ini udah kepikiran dari 3 bulan lalu. Tapi baru sempet digarap 2 minggu ini.

    By Blogger Radon Dhelika, at 10:13 PM, February 12, 2007  

  • ngeblog....wah kayak ngejunk di forum..... addicted....

    By Blogger HQ, at 11:06 PM, February 12, 2007  

  • Radon, nimbrung ya, hehe. Satu lagi. Blog pun sarana marketing yg efektif, bukan? banyak yg memperkenalkan bisnisnya lewat blog. Lewat tulisan2, pembaca bisa menilai kualitas n kompetensi si orang ini dan produknya. Karena itu, virus blog jd lebih mewabah lagi.

    By Anonymous fika, at 2:24 AM, February 13, 2007  

  • hq>>
    Tapi lebih bagus ngeblog lah daripada ngejunk di forum.

    fika>>
    Walaupun pernah denger, tapi belum pernah nemu blog yang dipakai buat bisnis deh. Share dong kalo punya link2nya.
    O ya, sekarang yang lebih tren itu nyari duit pakai Google AdSense.

    By Blogger Radon Dhelika, at 10:46 AM, February 13, 2007  

  • Oh, yg buat bisnis itu diceritain kakak sepupu fika, hoho. Soalnya dia salah satu contoh nyatanya. Silakan... http://media-ide.bajingloncat.com/ Tapi silakan difilter sendiri isinya, huhu. Di category knowledge ada bahasan tentang blog buat bisnis.

    By Anonymous fika, at 1:17 PM, February 13, 2007  

  • I am now, yay!

    By Blogger ryy_, at 9:13 PM, February 20, 2007  

  • duh, satu lagi analisa tentang blog dari seorang Radon..

    oiya, apakabar mas wiki??

    By Anonymous tegar, at 1:37 AM, February 22, 2007  

  • ryy_>>
    Welcome to the club.

    tegar>>
    Kenapa pake "duh" segala? :)

    By Blogger Radon Dhelika, at 11:13 AM, February 22, 2007  

  • Thanks for the mention. Keep blogging ya.

    By Blogger Ong, at 9:09 AM, March 30, 2007  

  • musim baru indonesia: rektorat bubarin kmahasiswaan.
    coba liat yg mereka bikin sampe mahasiswa sekrang kayak...

    By Anonymous pessimis, at 8:54 PM, August 05, 2007  

  • Terimakasi atas infonya. Menambah wawasan bagi saya.
    Semoga dapat berguna untuk orang banyak

    Ditunggi Kunjungan balik blog .,

    By Anonymous manz, at 1:06 PM, May 17, 2013  

Post a Comment

<< Home