Delicate, Delightful, Delicious
~A Blog

Saturday, August 19, 2006

Menyelami 68% Dunia Blog Indonesia

Apa yang pertama kali muncul dalam pikiran Anda kalau saya menyebut nama Priyadi? Lalu, apa pula Hi Roy!™ menurut Anda? Kalau Anda mengaku blogger dan untuk pertanyaan pertama, yang Anda ingat adalah nama teman SD Anda, maka rasanya nggak rugi kalau Anda menghabiskan beberapa menit ke depan membaca tulisan ini. Begitu juga kalau berpikir bahwa Hi Roy!™ adalah sejenis tagline promosi McDonald's seperti I’m Lovin’ It™. Jadi, singkirkan sejenak niat Anda untuk segera keluar dari halaman ini menuju detikcom. Itu bisa belakangan.

Kata banyak orang, selamat datang di era narsisme. Tentunya ungkapan itu mengacu ke blog dan pertumbuhan jumlah dan popularitasnya yang meningkat. Selamat datang di zaman di mana orang sudah sangat umum untuk mencurahkan perasaannya, pemikirannya dalam tulisan, dan merasa senang bila orang lain membacanya. Kompas pernah menyebut blog sebagai diari terbuka.

Seperti layaknya kumpulan orang yang memiliki hobi yang sama yang berakhir dengan membentuk komunitas, blogger pun punya kecenderungan seperti itu. Begitu juga blogger di Indonesia. Mengamati komunitas blogger Indonesia cukup menyenangkan. Ada banyak hal-hal menarik yang terkadang hanya berawal dari satu orang, tetapi kemudian sudah menjadi trademark karena begitu luar biasanya respon orang yang meniru.

Kalau bicara komunitas blogger Indonesia, maka rasanya belum pas kalau belum menyebut milis id-Gmail yang juga biasa disebut Kampung Gajah. Bagaimana pun juga tokoh-tokoh di komunitas ini adalah sesepuh-sesepuh dunia blog Indonesia. Menariknya, milis yang tadinya hanya diperuntukkan untuk tempat permintaan orang-orang yang menginginkan undangan pembuatan akun di Gmail ini malah menjelma menjadi komunitas tempat bincang-bincang masalah IT, dan juga tentang dunia per-blog-an. Dari komunitas ini banyak muncul istilah-istilah jenaka seperti basbang (basi banget), dan Hi Roy! yang legendaris. Sampai-sampai mereka membuat Wiki id-Gmail, sebuah situs berpenampilan seperti Wikipedia dengan artikel hal-hal jenaka yang biasa didiskusikan oleh komunitas ini.

Selebihnya, ada komunitas blogger lain seperti Indonesian Muslim Blogger yang aktif juga dengan milisnya. Per 18 Agustus 2006, mereka memiliki anggota sebanyak 556 orang. Ada lagi Angkringan Jogja untuk orang Jogja. Untuk Bandung ada Bandung Blog Village, dan masih banyak lagi. Selain berbasis milis, banyak di antara mereka yang secara rutin mengadakan pertemuan. Isinya biasanya nggak cuma pertemuan silaturahmi biasa, tapi juga penuh dengan diskusi seputar tips-tips blog, fenomena blog, dan lainnya.

Lalu, siapa tokoh-tokoh utama alias public figure di dunia blog Indonesia? Mungkin orang akan beda-beda jawabannya, tapi tidak dalam menyebut 2 orang lulusan ITB ini: Priyadi Iman Nurcahyo dan Enda Nasution. Fenomena yang menarik akan kita jumpai kalau kita berkunjung ke priyadi.net milik Priyadi. Dalam setiap postingan Priyadi yang umumnya bernuansa gadget atau current issue, orang-orang akan berbondong-bondong mengisi kolom komentarnya. Bukan hanya berjumlah 2 digit; malah kadang-kadang mencapai 3 digit alias seratusan. Yang lebih mengherankan lagi adalah fakta bahwa mengisi komentar di priyadi.net sudah menjadi sebuah kebanggan tersendiri, apalagi kalau berhasil masuk urutan 10 besar. Maka nggak heran kalau kita menjumpai komentar-komentar seperti, “nomor 1 lagikah saya?” atau “baca belakangan, yg penting 15 besarrrr hihihi ;))”. Menarik sekali.

Ada lagi si artis dadakan Herman Saksono yang pernah sampai dipanggil dan diperiksa polisi karena membuat rekayasa foto Mayang dengan Bambang yang dicampuradukkan dengan foto SBY dan Roy Suryo.

Pernah Priyadi mengadakan semacam survey yang ia namakan Top 100 Blog Indonesia dengan bantuan Technorati pada 2005, dan di situ bisa kita lihat beberapa blog yang betul-betul populer, seperti priyadi.net sendiri di posisi 3, Blog Enda Nasution, Polisi EYD yang spesialis membahas perihal bahasa seperti di kolom Bahasa di Kompas Sabtu, Catatan Jay adalah Yulian, dan sebagainya.

Walaupun blog Indonesia yang populer banyak, tapi tokoh-tokohnya terbatas. Tokoh-tokoh inilah trend-setter di dunia blog. Mereka menciptakan trend, termasuk trend diskusi atau pembahasan—entah kata apa yang pas—tentang Roy Suryo. Roy Suryo? Ada apa dengan dia? Ya, menurut saya, di sinilah yang paling menarik. Menarik mengamati bagaimana arus informasi mengalir di dunia blog melawan informasi di media-media mapan non-blog seperti surat kabar dan TV.

Sudah sejak lama komunitas blog Indonesia mempermasalahkan ketidakpakaran seorang Roy Suryo yang sering didaulat media sebagai pakar telematika. Banyak pendapat-pendapat Roy Suryo yang ngasal, menurut komunitas blog. Terutama ketika dia diminta untuk meneliti kasus-kasus foto rekayasa artis, seperti foto Artika, foto Mayang, dan foto Bjah. Karena kecenderungannya untuk diminta terlibat dalam penelitian kasus-kasus seperti itulah, maka tokoh bergelar KRMT lulusan UGM ini sering dipelesetkan panggilannya menjadimaaf, pakar pornomatika.

Puncaknya adalah saat dalam wawancara Metro TV Roy Suryo menyebut bahwa 68% pemilik akun friendster adalah palsu. Langsung saja komunitas blogger ramai memperbincangkan angka sakti itu. Hebatnya, Priyadi mengambil inisiatif dengan menanyakan langsung ke administrator Friendster, yang dijawab dengan, “... and his comment about 68% of Friendster users being fake is categorically not true. We have never issued such statement to Mr.Suryo before.

Bisa jadi, sejak saat itulah muncul sapaan khas yang hanya dimengerti komunitas blogger Indonesia: Hi Roy! Terkadang, cara menuliskannya harus dengan lambang ™ menjadi Hi Roy! Ini adalah bentuk fast reply atau fast comment setiap kali ada pernyataan-pernyataan atau klaim-klaim Roy Suryo di media yang dinilai bombastis atau belum teruji kebenarannya.

Lebih menarik lagi, ada blog khusus yang mengamati Roy Suryo: Roy Suryo Watch. Tapi dalam dunia blog Indonesia, nggak semuanya bersikap demikian terhadap Roy Suryo. Ada segelintir orang yang masih tetap mendukungnya. Salah satunya dengan membuat tandingan Roy Suryo Watch, bernama Roy Suryo Watch-Watch!

Memang, 68% menarik.

Singapore,
Pagi buta, 19 Agustus 2006

oleh newbie di dunia blog

Beberapa catatan:
1. Ternyata Mas Priyadi bukan lulusan ITB seperti yang saya sebut di atas. Ini dinyatakan sendiri oleh Mas Priyadi di komennya di bawah.

2. Mengenai angka 68%, rupanya angka itu memiliki suatu makna khusus di dunia statistik. Silakan mengacu ke sini. Jadi, yang perlu dipermasalahkan bukan angka 68%-nya itu sendiri, tapi penggunaan angka itu oleh Roy Suryo yang nggak berdasar. Terima kasih Mas Tirta untuk masukannya.

Labels: ,

31 Comments:

Post a Comment

<< Home