Delicate, Delightful, Delicious
~A Blog

Sunday, August 27, 2006

Pengokot: Bukti Kekuatan Duet Blog-Milis

Apakah Anda juga salah seorang korban penerima email “pengokot”—yang dibuat tertawa terbahak-bahak, atau setidaknya mengurai senyum membaca tulisan itu? Tenang saja, saya juga salah satu korbannya. Sekitar bulan Februari lalu saya mendapat email yang cukup fenomenal itu dari beberapa milis yang saya ikuti. Gaya tulisannya jenaka, menghibur, dan yang paling perlu diacungi jempol adalah idenya yang kreatif. Dari sebuah tulisan di surat pembaca di majalah Tempo, bisa disulap menjadi sebuah tulisan yang sangat cepat beredar di jagad milis saat itu.

Secara kebetulan, selain berkesempatan membaca email itu, saya juga berkesempatan mengetahui orang yang membuat tulisan itu. Bukan, bukan bertemu secara fisik, tapi mengetahui sumber tulisan itu, yang nggak lain nggak bukan berasal dari sebuah blog. Pemiliknya bernama Agung yang menggunakan nickname Mbot.

Itu salah satu kisah dari dunia blog Indonesia. Sejak ada situs blogger.com secara resmi pada 1999, jumlah pemiliknya pun semakin bertambah. Itu juga didukung oleh semakin banyaknya situs-situs penyedia layanan pembuatan blog semacam Multiply dan Wordpress. Teman saya menyebut blog sebagai sarana pemenuhan kebutuhan kelima dalam teori hirarki Abraham Maslow. Yang lebih menarik lagi adalah ungkapan Enda Nasution, Bapak Blog Indonesia, yang komentar-komentarnya sering dikutip Kompas, “jika saat ini Rene Descartes bangkit dari kubur, maka ia mungkin akan berkata: saya ngeblog, karenanya saya ada.”

Tapi, penyebaran tulisan Agung itu memerlukan satu komponen lagi: milis. Yang ini pun memiliki fenomenanya sendiri di Indonesia. Sejatinya bernama mailing list. Tapi entah bagaimana ceritanya, lidah orang Indonesia lebih cocok dengan kata “milis”.

Dari dulu sampai sekarang, bisa kita katakan milis adalah salah satu sumber berita yang berpengaruh, terutama di kalangan terpelajar yang mengenal internet. Tentunya ini terlepas dari fakta banyaknya hoax-hoax yang muncul. Tetapi, justru dengan mengamati betapa hoax-hoax bisa cepat menyebar dari milis yang satu ke milis yang lainnya, kita jadi tahu betapa berpengaruhnya milis. Anda mendapat kabar tentang planet Mars yang akan bersinar terang pada 26 Agustus kemarin? Itu ternyata sebuah hoax. Saya sendiri pun tadinya percaya mentah-mentah, sampai membaca banyak analisis tentang itu di internet.

Jadi, sudah percaya bahwa milis itu begitu berpengaruh? Bayangkan saja berapa banyak orang yang meneruskan email tentang Mars itu ke semua orang yang dikenalnya. Saya pikir, begitu berpengaruhnya milis dipengaruhi oleh 2 faktor. Yang pertama, tentunya kebiasaan orang Indonesia yang senang meneruskan email-email yang menarik bagi mereka tanpa mengecek kebenarannya. Yang kedua adalah jaringan yang dimiliki oleh milis itu sendiri. Saya sendiri, sampai dengan hari ini terdaftar sebagai anggota pada 29 kelompok milis di Yahoo! Groups. Itu belum termasuk yang terdaftar di Google Groups. Ini nggak aneh mengingat brgitu mudahnya membuat milis. Ikut organisasi ini, bikin milis. Bahkan di dalam divisinya pun terkadang membuat milis sendiri. Lulus dari SMA, bikin milis. Bertemu dengan orang yang satu hobi, bikin milis. Kalau Anda mencoba menjelajah Yahoo! Groups, Anda akan dibuat kaget dengan daftar milisnya. Hampir semua ada, mulai dari topik yang aneh, sampai yang paling aneh. Ada milis orang Sukoharjo, milis pencinta Nokia Communicator, dan ada juga milis pencinta Tintin yang suka bernostalgia dengan kisah-kisah di komik Tintin yang kini menghilang dari pasaran.

Menurut beberapa literatur di dunia maya, milis mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 98-99. Sejak kemunculannya hingga sekarang, milis nggak pernah mati. Hal ini agak sedikit berbeda dengan blog. Walaupun situs blogger sudah ada sejak 1999, tetapi blog baru benar-benar dikenal luas oleh orang Indonesia sejak sekitar tahun 2005. Kompas saja baru menulis artikel resmi tentang blog pada Juni 2005. Berarti, boleh dibilang blog telat booming di Indonesia dibandingkan milis.

Di atas itu semua, saya melihat sebuah kekuatan yang luar biasa dari kombinasi fenomena milis dan fenomena blog. Mungkin seperti duet Cole-Yorke atau Crespo-Chiesa di masa jayanya. Masing-masing punya kemampuan individu yang hebat, tetapi menjadi semakin hebat ketika disatukan. Mungkin juga seperti duet semikonduktor tipe n dan tipe p yang kemudian bisa membentuk pn-junction yang banyak menginspirasi penemuan-penemuan di bidang elektronik. Blog dalam hal ini berperan sebagai penyuplai tulisan, dan di posisi lain ada milis yang menjadi kurirnya. Milis seperti menemukan teman lamanya yang hilang.

Seperti tulisan tentang pengokot itu, banyak tulisan-tulisan lain yang sudah menyebar cepat di milis, yang bisa menyebarkan gagasan ke orang banyak. Masih menurut Agung, yang menyebut milis memiliki efek domino, total ada 4 tulisan hasil karyanya yang mengalami efek domino seperti itu. Asalnya hanya dari seorang yang membaca blognya dia, tertarik, dan kemudian meneruskannya ke milis-milis.

Intinya, menyebarkan gagasan lewat duet blog-milis bukan hal yang mustahil, karena sudah ada buktinya. Berarti, seharusnya nggak susah juga untuk menyebarkan gagasan tentang kebaikan kepada orang lain lewat media ini. Misalnya tentang mengapa kita harus mendukung Palestina. Asal nggak terjebak dan bisa sedikit berhati-hati terhadap hoax, lomba the best entry bertema “antara Lebanon, Palestina, dan kita” oleh komunitas Indonesian Muslim Blogger bisa menjadi sangat berpengaruh. Bayangkan saja bila ada artikel yang benar-benar bagus, dan kemudian satu orang meneruskannya ke beberapa milis, yang dilanjutkan ratusan orang lainnya. Entah akan ada berapa puluh atau berapa ratus orang yang akan ikut tergugah—atau minimal dari apatis menjadi tahu akan apa yang terjadi beribu-ribu kilometer di tanah Arab sana.

Priyadi menyebut dalam bannernya, “changing the world, one person at a time...” Bukan mustahil menurut saya. Walaupun bukan anggota DPR yang punya kuasa mengatur UU, orang biasa seperti kita pun bisa mengikuti prinsip Priyadi. Menyampaikan gagasan kita lewat keyboard—syukur-syukur bisa merubah orang.

Kalau begitu, dari mana semuanya berasal? Dari blog? Bukan, melainkan dari kita. Seperti kata Aa Gym, “mulailah dari hal yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari sekarang.” Ya, Insya Allah.

Singapore,
Ahad siang, 27 Agustus 2006

Labels: ,

4 Comments:

Post a Comment

<< Home